Translate
Thursday, May 1, 2014
300, Rise Of An Empire, Kisah Perjuangan Prajurit Yunani
Berbeda dengan prajurit Spartan yang dilatih habis-habisan untuk menjadi pejuang, ditempa dengan latihan-latihan keras hingga terkenal sebagai pembuat prajurit perang terbaik. Prajurit Yunani yang dipimpin oleh Themistokles tidak semuanya adalah prajurit. Kebanyakan dari mereka adalah petani dan pekerja yang dijadikan pejuang.
300, Rise of An Empire, part 2, ini tidak menceritakan kelanjutan dari prajurit Spartan, melainkan menceritakan awal mulanya Xerxes, Raja Persia yang ayahnya terbunuh oleh Themistokles dan membalaskan dendamnya dengan merubah dirinya menjadi seorang raja yang benar-benar jahat dan dikutuk. Semua penasehat dan orang-orang yang dulu membantunya dibunuh dan semua ini diawali oleh bisikan jahat, Komandan Angkatan Laut Persia, Artemesia, yang mengobsesi Xerxes menjadi raja yang paling kuat dan jahat.
Di sini kekalahan Spartan, keruntuhannya, membuat kota-kota sekutunya tersulut api amarah dan melawan balik untuk mempertahankan kemerdekaan mereka semua. Karena kalau tidak, Persia akan menjajah mereka.
Di sini, kebijaksanaan Themistokles, kesabarannya dan perhitungannya yang baik, mampu menerobos banyak pasukan Persia dan membunuhnya, sama seperti yang dilakukan Leonidas dahulu. Kalah jumlah dan dalam posisi tidak menguntungkan, Themistokles berhasil menghancurkan banyak pasukan Persia dengan kepintarannya.
Jika pasukan Yunani kehilangan ratusan, maka pasukan Persia kehilangan ribuan prajurit. Meskipun cara berperang Themisokles tidak seagresif Leonidas, tetapi kepintarannya mengatur strategi membuat kalah jumlah, bukanlah masalah.
Di bagian akhir, tetap saja Themisokles yang pandai mengalami hal yang sama dengan Leonidas. Pasukan yang begitu banyak, tetaplah menjadi jalan buntu untuk memenangkan perang ini. Themisokles pun melakukan hal yang sama, tetap maju mati berperang daripada diperbudak. Inilah kesamaan kedua pejuang Yunani dan Spartan yang rela mati demi negaranya.
Kira-kira seperti itu gambaran film ini. Kedua kisah heroik ini patut diacungi jempol. Peperangan mempertahankan negaranya dengan kemungkinan menang yang kecil, persatuan antar negara yang menguatkan pasukan mereka, meskipun jumlahnya sedikit merupakan nilai plus dalam film ini.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment