Translate
Wednesday, May 7, 2014
RoboCop, Kisah Tragis Mengungkap Jati Dirinya Sebagai Properti OmniCorp
RoboCop, jika kita melihat 4-5 tahun yang lalu, film ini masih diputar di layar kaca pertelevisiam Indonesia. Gerakan kaku sebuah robot berjubah seperti alumunium yang mendedikasikan dirinya untuk melindungi kotanya, yakni Detroit. Film ini sudah lama sekali, hingga saya sendiri pun tidak terlalu ingat, alur cerita yang disampaikan.
Nah, untuk RoboCop 2014 ini dikisahkan seorang polisi detektif yang bekerja keras mengungkap penjualan senjata ilegal yang dilakukan beberapa kelompok. Salah satu pemimpin dari kelompok yang sudah dipastikan tidak senang membuatkan skenario kecelakaan yang membuatnya mendapat perawatan dan pengobatan khusus yang menjadikannya properti OmniCorp.
Kekacauan mulai terjadi saat, data kejahatan yang dikirimkan melalui otak Alex Murphy mendapatkan video pembunuhan dirinya yang membuatnya tidak stabil. Berbagai usaha dilakukan Dokter Dennett untuk membuatnya siap tampil dipanggung, yakni dengan membuatnya benar-benar seperti robot.
Mengetahui ada yang ganjal dengan suaminya, Clara Murphy berusaha menyadarkan suaminya yang secara biologis menggangu reaksi kimia di dalam otaknya dan membuat Alex Murphy secara setengah sadar berusaha mengungkap pemmbunuhan yang sebenarnya terjadi.
Film ini mengingatkan bahwa robot, tidaklah seperti manusia yang secara alamiah memiliki rasa takut, naluri, empati, dsb yang tidak dimiliki robot. Kisah perjuangan Clara Murphy yang diperankan oleh Abbie Cornish juga patut mendapatkan thumbs up! Dimana ia dan anaknya dipisahkan dari Alex Murphy dengan alasan yang tidak jelas dan perjuangannya mendapatkan Alex Murphy kembali dalam keluarganya.
Semua ini menjadikan RoboCop film dengan alur cerita yang menarik dan layak ditonton terutama remaja dengan kisah action-sci-fi yang menarik dan tidak boleh dilewatkan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment